profil MCR

Foto saya
Kebhinekaan dan keberagaman sudah disepakati segenap pendiri Republik Indonesia dan telah menjadi pegangan bangsa Indonesia yang selanjutnya tertuang dalam lambang negara dengan tulisan "Bhinneka Tunggal Ika". Hidup berdampingan secara damai, hidup bersama saling sinerji dalam keberagaman, penuh persaudaraan dan kekeluargaan merupakan impian kita bersama. Hal tersebut menjadi sarana untuk membangun negeri yang kokoh, berkualitas, dan mampu bersaing dengan berbagai negara lain. Dengan demikian terwujud generasi yang terus berkesinambungan serta unggul dalam menghadapi globalisasi. Dalam mewujudkan cita-citanya, Kanisius bekerja sama dengan Yayasan Realino memfasilitasi berdirinya sebuah ruang publik untuk memperjuangkan dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang beragam dengan penuh persaudaraan dan damai di Yogyakarta dan terlebih di Indonesia. Ruang publik ini diberi nama Multiculture Campus Realino, selain karena berada di lokasi Lembaga Studi Realino, juga berada di lingkungan kampus Universitas Sanata Dharma Yogayakarta.
Tampilkan postingan dengan label info kursus dan pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kursus dan pelatihan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Kursus Ruang Sejarah Kritis

Menguak Historiografi Indonesia


Pendahuluan
Pada saat ini, sejarah diminati bukan karena ia menceritakan peristiwa lampau, tetapi justru karena dapat menggambarkan situasi saat ini dengan perantara narasi peristiwa lampau. Pada saat yang sama, sebenarnya mempelajari sejarah yakni menaksir jejaring peristiwa masa depan dengan fakta bacaan masa kini tersebut.
Ruang pengetahuan bagi masyarakat saat ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Demikian halnya dengan pengetahuan tentang sejarah bangsanya sendiri. Ketika reformasi menjadi sebuah era, kebebasan berpendapat dilapangkan. Sejarawan juga mencoba berfikir kritis untuk melihat ulang narasi sejarah penguasa. Sejarah yang enggan ditulis pada dulunya, saat ini coba dituliskan (alternative). Penulisan sejarah lokal masyarakat juga semakin marak dikerjakan. Maka, pada saat ini, bermuncullah narasi sejarah yang lebih banyak perspektif.
Kalau dihitung sejak 1998, kelapangan itu sudah 12 tahun dihirup oleh bangsa Indonesia. Demikian juga pada intelektual Indonesia bebas menulis sejarah sesuai perspektif masing-masing. Persoalan yang mengemuka yakni apakah pekerjaan menyebarkan narasi sejarah telah selesai? Jawabannya; Belum. Mengapa? Karena masih saja ada kekuatan-kekuatan negara ataupun barikade-barikade sipil yang bertindak kontra-demokrasi ataupun anti keberagaman, dalam konteks ini: keberagaman narasi sejarah.
Di sisi lain, selama 12 tahun itu juga, kita jarang sekali menelaah ulang ataupun melakukan otokritik atas karya-karya yang dikerjakan. Kritikan yang kritis selayaknya dilayangkan ke narasi sejarah baik era pra reformasi maupun saat ini. Karena semua tahu bahwa narasi sejarah tidak pernah final, setidaknya karena sejarawan tidak mungkin menyajikan kemutlakan sejumlah fakta sejarah. Jika ada fakta baru, bolehlah ada pengajuan narasi baru atas hal yang sama. Narasi yang diajukan perlu disadari merupakan hasil pembacaan orang atas fakta. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana seharusnya membaca sejarah melalui bacaan orang atas fakta sejarah?
Saat ini perlu ada semacam ruang belajar untuk melihat ulang apa yang kita lihat sebagai sejarah, dan apa yang kita baca sebagai narasi sejarah. Untuk itu dalam menanggapi fakta yang ada, Citralekha bekerjasama dengan Multiculture Campus Realino menyelenggarakan pendidikan alternatif “Ruang Kajian Sejarah Kritis: Menguak Historiografi Indonesia”.

Tujuan

  1. Ruang Sejarah Kritis ini diselenggarakan untuk mengkaji, mengkritisi dan mempertanyakan kembali Historiografi Indonesia.
  2. Untuk meningkatkan kemampuan para peminat sejarah dalam penulisan sejarah.
  3. Menanamkan kesadaran dan kebanggaan sejarah bangsa Indonesia


Hasil
Kualitas historiografi sejarawan yang semakin berbobot dan baik
Munculnya komunitas pecinta penulisan sejarah yang hidup dan berkelanjutan

Sasaran
Mahasiswa,Guru. dosen, wartawan, LSM, penulis dan peneliti sejarah dan masyarakat umum

Konsep
Kursus ini diselenggarakan secara rutin, dengan berbagai materi, pengajar, metode belajar dan perlengkapan teknis yang berkualitas dan berkompeten.
Kursus bersifat kontekstual dan berbasis dialog (sharing) Pengetahuan.

Pengajar
Pengajar yang dipilih adalah berdasarkan kompetensi, otoritas dan popularitas terhadap bidangnya. Mengingat di Yogyakarta sendiri memiliki banyak penulis yang handal, maka pengajar tersebut diambil dari wilayah ini.


Kurikulum Ruang Sejarah Kritis


1.Jumat, 22 Oktober 2010
Pengantar Perspektif Sejarah kritis di Indonesia
Dr. Baskara T Wardaya (Pusat Sejarah dan Etika Politik Universitas Sanata Dharma)

2.Jumat, 29 Oktober 2010
Ham dalam Sejarah
Prof. Dr. Martino Sardi (Pusat Studi HAM dan Demokrasi Universitas Atmajaya Yogyakarta)

3.Jumat, 5 November 2010
Pelurusan Sejarah Indonesia
Dr. Anton Haryono, M.Hum (Staf Pengajar Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

4.Jumat, 12 November 2010
Dekonstruksi Historiografi Indonesia
Prof. Dr. Bambang Purwanto (Guru Besar Sejarah Universitas Gajah Mada)

5.Jumat, 19 November 2010
Historiografi Pendidikan dan Pendidikan Historiografi
Prof. Dr. Suhartono (Guru Besar Sejarah Universitas Gajah Mada)*

* dalam konfirmasi

Sesi tambahan
Jumat, 26 November 2010
Penulisan Sejarah dan Dinamika Penerbitan
Tim penerbitan Buku

Metode pengajaran
Pembelajaran ini dilakukan setiap minggu sekali pada beberapa kali pertemuan. Metode yang digunakan adalah belajar dalam kelas yang aktif dan dinamis, yaitu dengan diskusi, presentasi, dinamika kelompok, praktek menulis dan sebagainya.

Waktu dan Tempat
Kursus diadakan pada setiap jumat sore jam 16.00-18.00 WIB (max peserta 50 orang), tempat pembelajaran dilaksanakan di ruang Multiculture Campus Realino (MCR).

Biaya
Penyelenggaraan kursus ini bersifat swadaya, untuk itu setiap peserta dikenakan biaya sebesar:
Mahasiswa S2 dan Umum :Rp. 300.000,00
Mahasiswa S1 dan Guru :Rp. 200.000,00 (dengan menunjukan kartu identitas yang berlaku)

Fasilitas
Sertifikat, Blocknote + alat tulis, materi, snack +minuman, Magang di Multiculture Campus Realino**, ruang belajar nyaman, ber-AC dan parkir yang luas

**syarat dan ketentuan berlaku

Informasi Kursus
Sekretariat Citralekha
D/A Multiculture Campus Realino (MCR)
Kompleks Lembaga Studi Realino - Universitas Sanata DharmaYogyakarta
Jl. Affandi – Gejayan, Mrican, Yogyakarta
CP: Agus (085296630671), Krisna (085729233101).

Minggu, 05 September 2010

Kursus Filsafat III


Manusia dan Etika

Latar Belakang


Banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia seperti pornografi, pelecehan seksual, sampai korupsi dan tindak pidana lainnya. Hal tersebut mengundang banyak pihak untuk berkomentar dan kadangkala menghakimi para pelaku dengan mengatasnamakan moral atau etika, padahal dalam bahasa Socrates persoalan moral bukanlah hal yang sepele untuk dilontarkan.

Etika merupakan salah satu bidang kajian filsafat, hampir semua filsuf selalu membicarakan etika. Perbincangan dan perdebatan mengenai etika sudah dimulai sejak zaman filsafat Yunani hingga zaman Postmodern. Persoalan besar dalam kajian etika adalah bagaimana manusia bisa berhasil menjadi manusia.

Dalam bukunya, Frans Magnis Suseno mengemukakan pendapat bahwa para filsuf saling bertanya bagaimana manusia harus mencapai potensialnya yang tertinggi agar kehidupannya benar-benar bermutu. Dari sekian banyak filsuf, muncul perspektif dan segi realitas dalam memandang etika manusia.

Untuk itu dalam usaha memperdalam dan menanggapi permasalahan etika di dalam kehidupan sehari-hari, Multiculture Campus Realino bekerjasama dengan Fakultas Teologi Uviversitas Sanata Dharma mengadakan Kursus Filsafat dengan tema MANUSIA DAN ETIKA.

Tujuan
1.Memberikan sarana belajar filsafat kepada masyarakat dengan mengkaji pewacanaan, ide-ide dan kontribusi dari para filsuf terhadap perkembangan peradaban manusia.

2.Menciptakan sarana belajar filsafat dengan materi ajar yang kontekstual, relevan, menarik, popular, bersifat kekinian, dan menjawab kebutuhan zaman saat ini.

3.Memberikan ruang kepada komunitas penggemar filsafat.


Hasil
1.Ruang belajar filsafat bersama yang diselenggarakan secara berkualitas, berkompeten dan dilaksanakan dengan rutin
2.Tercipta masyarakat yang memiliki habitus kritis, logis dan metodis.


Materi dan Pengajar

1. Etika: dari filsafat Yunani ke filsafat Modern
Dr. Hardono Hadi
(Dosen filsafat UGM, Penulis )
Kamis, 7 Oktober 2010, pukul 16.00-18.00 WIB

2. Filsafat Moral Bangsa Timur
Prof. Dr. Lasiyo*
(Guru Besar dan Dosen Filsafat UGM)
Kamis, 14 Oktober 2010, pukul 16.00-18.00 WIB

3. Moralitas Kaum Atheis
Dr. CB. Mulyatno, Pr.
Dosen Teologi Universitas Sanata Dharma
Kamis, 21 Oktober 2010, pukul 16.00-18.00 WIB

4. Homo Religiousus memandang moral dalam konsep Mircea Eliade
Dr. Hary Susanto SJ.
(Dosen Ilmu religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma )
Kamis, 28 Oktober 2010, pukul 16.00-18.00 WIB

5. Fenomenologi Nilai Max Scheler
Dr. St. Sunardi*
(Ketua Program Ilmu religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma)
Kamis, 4 November 2010, pukul 16.00-18.00 WIB

6. Nietsche: Etika Tuan dan Budak
Prof Dr Sudiarja, SJ.
(Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma )
Kamis, 11 November 2010, pukul 16.00-18.00 WIB

7. Etika Sosial dan Politik
Dr. Mateus Mali, Cssr.
(Dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma )
Kamis, 18 November 2010, pukul 16.00-18.00 WIB)

8. Etika Bisnis dan Komunikasi
Prof. Dr. H. Musa As’arie*
(Guru Besar UIN Sunan Kalijaga)
Kamis, 25 November 2010, pukul 16.00-18.00 WIB)

9. Penulisan Filsafat dan Dinamika Penerbitan
Pengajar : Ranggabumi Nuswantara
Kamis, 2 Desember 2010, 16.00-18.00 WIB

*Dalam konfirmasi


Sasaran Kursus Filsafat
Dosen, mahasiswa, wartawan, seniman, ibu rumah tangga, pengusaha, karyawan swasta, dan siapa pun yang tertarik untuk mengikuti kursus filsafat.

Biaya, Fasilitas, dan Pendaftaran
Biaya :
1. 1 paket  Rp 250.000,- (tanpa Buku) dan Rp. 300.000,- (dengan buku)
2. 1 sesi  Rp 50.000,- ( pendaftaran minimal 1 minggu sebelumnya )


Fasilitas :

-2 Buku karangan Prof. Dr. Magnis Suseno, SJ. ”13 Tokoh Etika, Sejak Zaman Yunani sampai Abad ke 19 dan 12 Tokoh Etika Abad ke-20”,
-Sertifikat,
-Bahan materi pengajaran,
-Blocknote & Bollpoin,
-Snack & Minuman,
-Ruang belajar yang nyaman dan ber AC, parkir yang aman dan luas.

Peserta dibatasi maksimal 50 orang



Informasi Kursus Filsafat
Multiculture Campus Realino
Komplek Lembaga Studi Realino – Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Jl. Affandi, Gejayan, Mrican
e-mail : mc_realino@yahoo.com / FB: multiculturecampusrealino@gmail.com
Blog: PenjaringManusia.blogspot.com
Kontak Person :
 Ireke Vibryanti 08882727487
 Kresna Duta 085729233101

Kamis, 08 Oktober 2009

Pelatihan Penulisan MCR


“Membedah Dunia Dengan Pena”

Latar belakang

Mengapa Plato dan Nieztche masih terkenal sampai saat ini, ataukah kenapa ajaran Empu Tantular dan Ronggowarsito masih dapat kita akses? Jawabannya adalah karena tokoh-tokoh itu meninggalkan jejak-jejak sejarah melalui sebuah tulisan.

Menulis adalah sebuah kegiatan keseharian setiap orang, entah hanya sebagai aktivitas kecil dan sederhana atau sampai pada aktivitas yang lebih rumit. Di dunia ini kita tidak bisa dihindarkan dari kegiatan menulis, banyak hal yang bisa kita peroleh dari kegiatan tersebut, seperti prestise, materi dan kepuasan batin. Prestise yang sering digunakan sebagai tolak ukur dan yang diterima oleh masyarakat akademisi adalah seberapa cakap dan banyak orang itu berkarya serta berprestasi. Salah satu hasil karya tersebut biasanya dengan membuat sebuah tulisan, seperti tulisan karya ilmiah, buku dan tulisan-tulisan di media massa. Hasil karya yang berupa tulisan ini juga membawa dampak lain seperti mendapatkan kepuasan batin, materi dan popularitas

Menjadi sebuah masalah yang klasik adalah saat ternyata tradisi (habitus) menulis kita ini sangatlah kurang, sebagai contoh adalah fenomena mahasiswa yang sangat khawatir untuk menulis skripsi, atau para pelajar kita yang sangat susah untuk membuat karangan. Dan lebih tragis ketika ada seorang pelajar yang ingin bisa menulis tetapi para guru dan pembimbingnya juga tidak mempunyai habitus dan kecakapan dalam hal menulis.

Untuk itu Multicultural Campus Realino (MCR) berusaha memberikan alternatif untuk menjawab kegelisahan tersebut dengan mengadakan Pelatihan Penulisan. Adapun sekolah menulis inin didesain untuk para pelajar, mahasiswa, guru dan masyarakat umum yang sangat ingin mempelajari seni menulis dan mengembangkan dirinya melalui karya tulis.

Tujuan

  1. Memberi wawasan secara komperhensif mengenai seluk beluk penulisan jurnalistik dan karya ilmiah.
  2. Mengembangkan minat menulis kepada masyarakat dengan metode-metode yang mudah dan praktis.
  3. Memberikan tempat untuk mengeksplorasi dan berekspresi melalui tulisan.
  4. Membangun komunitas menulis sebagai sarana belajar bersama.

Hasil

- Terbentuknya komunitas menulis di MCR

- MCR menjadi tempat untuk berdiskusi dan belajar menulis.

- Terciptanya sarana belajar menulis dengan materi yang ringan, menarik dan relevan dengan kondisi saat ini.

Konsep

  1. Pelatihan ini diselenggarakan secara rutin, dengan berbagai materi, pengajar, metode belajar dan perlengkapan teknis yang berkualitas dan berkompeten.
  2. Pelatihan ini bersifat kontekstual dan berbasis dialog (sharing) pengalaman juga praktek menulis, sehingga bisa membentuk opini bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan.

Materi pembelajaran

  1. Materi yang disusun ini difokuskan kepada kebutuhan para pelajar, mahasiswa dan guru, untuk membantu mereka mengaktualisasikan berbagai ide-ide dalam sebuah tulisan jurnalistik. Materi pengajarannya membahas mengenai teknik menulis dalam bahasa jurnalistik dan strategi menulis dalam media massa.
  2. Materi ajar yang bisa digunakan sebagai acuan untuk para peminat sastra, seperti novel, cerpen atau tulisan fiksi lainnya. Disini seorang pemateri memberikan gambaran dan teknik dalam menulis sastra, sehingga para peserta bisa diberikan visual penulisan fiksi
  3. Materi ajar yang di desain untuk para akademisi yang lebih bersifat ilmiah dan sangat metodis, seperti penulisan skripsi, tesis atau karya ilmiah. Sesi ini memberikan materi mengenai seluk beluk dalam penulisan sebuah karya ilmiah, bagaimana teknis dan kendala yang harus dihadapi seorang penulis ilmiah.
  4. Materi ajar yang disusun untuk kegiatan penelitian, materi ini disusun untuk mencoba memberikan dinamika mengenai lika-liku seorang peneliti dan tulisan dari hasil research tersebut.
  5. Materi ajar yang disusun untuk mengetahui teknik-teknik mengedit sebuah tulisan
  6. Materi ajar yang disusun men”sharing”kan seluk beluk dinamika penulisan untuk media elektronik.

Pengajar

Pengajar yang dipilih adalah berdasarkan kompetensi, otoritas dan popularitas terhadap bidangnya. Mengingat di Yogyakarta sendiri memiliki banyak penulis yang handal, maka pengajar tersebut diambil dari wilayah ini.

Metode pengajaran

Pembelajaran ini dilakukan setiap minggu sekali pada beberapa kali pertemuan. Metode yang digunakan adalah belajar dalam kelas yang aktif dan dinamis, yaitu dengan diskusi, presentasi, dinamika kelompok, praktek menulis dan sebagainya.

Sasaran

Guru, dosen, mahasiswa, pelajar, instansi pemerintah (dinas pendidikan dst), LSM dan masyarakat umum.

Waktu dan Tempat

Pelatihan diadakan pada setiap jumat sore jam 16.00-18.00 WIB (max peserta 50 orang), tempat pembelajaran dilaksanakan di ruang Multiculture Campus Realino (MCR).

Biaya Pelatihan :

1 paket - Rp 250.000,-

1 sesi Rp 45.000,- ( pendaftaran minimal 1 minggu sebelumnya )

Informasi Sekolah

Multiculture Campus Realino

Kompleks Lembaga Study Realino- Universitas Sanata DharmaYogyakarta

Jl. STM Pembangunan No.1A

Mrican Yogyakarta Telp 55281

Telp 08882727487, Email; mc_realino@yahoo.com

Facebook: MulticulturalCampusRealino@gmail.com

Kontak Personal:

] Ireke : 08882727487

] Krisna : 085729233101



Materi dan Pengajar Sekolah Menulis

“Membedah Dunia Dengan Pena”



Materi dan Pengajar Sekolah Menulis :

15 Oktober 2009.

Seni Jurnalistik I

YB. Margantoro (Wartawan Senior Bernas dan Direktur LPJB)

22 Oktober 2009.

Seni Jurnalistik II

Drs. Sumardiyanta (Guru John De Brito/ Penulis)

29 Oktober 2009.

Penulisan Seni Sastra

Agus Noor (Sastrawan)

5 November 2009.

Penulisan Karya Ilmiah

Drs. Ari Subagya M. Hum (Dosen Linguistik Sastra USD)

12 November 2009.

Penulisan Penelitian

Drs. Silverio R.L Aji Sampurna M. Hum (Peneliti Indonesiana)

19 November 2009.

Seni Meng”edit” Tulisan

A. A. Kunto (Galang Press)

26 November 2009.

Penulisan Naskah Media Televisi

Sony Set (penulis Buku dan Media TV)